Pekanbaru – Sebanyak 18 siswa YKPI Al Ittihad mengikuti program Dauroh Bahasa Arab dan Al-Qur’an selama 28 hari di Madinah dan Mekkah, yang dilaksanakan pada 24 Januari hingga 21 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari roadmap strategis YKPI Al Ittihad dalam menyiapkan generasi unggul berwawasan global dan berkarakter sesuai dengan pilar YKPI Al Ittihad. Keberangkatan dilepas oleh pengurus yayasan ketua bidang pendidikan Bapak Mohammad Firdaus, beliau menyampaikan program ini sangat istimewa karena memadukan perjalanan ibadah, ilmiah, jasadiyah, ruhiyah serta ukhuwah. Semoga melalui kegiatan ini dapat memberi keberkahan bagi semua.

Peserta dauroh terdiri dari 11 siswa SMPIT Al Ittihad dan 7 siswa SMAIT Al Ittihad. Selama berada di Tanah Haramain, para siswa mengikuti program pembelajaran intensif yang terstruktur dan terintegrasi antara penguatan bahasa Arab, Al-Qur’an, dan pembinaan karakter. Penguatan Bahasa Arab dilakukan selama 10 hari di Umm Al-Qura (UQU) Mekkah. Penguatan Al-Quran dilakukan bersama syaikhoh dan masyayikh di masjidil Haram maupun bersama Umm Al Quran.

Tujuan dan Fokus Program

Dauroh ini dirancang dengan beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kemampuan muhadatsah (percakapan) Bahasa Arab aktif, sehingga siswa lebih percaya diri dalam berkomunikasi langsung dengan penutur asli.
- Meningkatkan kualitas bacaan (tahsin) dan hafalan (tahfizh) Al-Qur’an melalui pembinaan intensif bersama masyayikh dan syaikhoh dari Ummul Qura dan masjidil Harom.
- Pembiasaan ibadah di Haramain, dengan memaksimalkan momentum spiritual di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
- Ziarah sejarah Islam, sebagai sarana pembelajaran kontekstual untuk memperkuat pemahaman sirah nabawiyah.
- Membangun mental global siswa, dengan pengalaman hidup mandiri di luar negeri, adaptasi budaya, serta interaksi lintas bangsa.
Latar Belakang Strategis
Program dauroh ini merupakan implementasi nyata dari roadmap pendidikan YKPI Al Ittihad, khususnya dalam:
- Penguatan kemampuan Bahasa Arab aktif sebagai bahasa komunikasi internasional umat Islam.
- Program tahsin dan tahfizh intensif berbasis target capaian.
- Pembinaan karakter dan kemandirian siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
- Persiapan studi lanjut ke Timur Tengah sebagai salah satu jalur unggulan lulusan Al Ittihad.
Direktur Pendidikan YKPI Al Ittihad menyampaikan bahwa dauroh ini bukan sekadar perjalanan ibadah dan studi singkat, tetapi merupakan bagian dari desain besar pembinaan generasi yang siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Timur Tengah dan menjadi duta peradaban Islam yang moderat dan berprestasi.

Dampak dan Hasil Awal
Selama 28 hari, siswa menunjukkan perkembangan signifikan dalam keberanian berbicara Bahasa Arab, peningkatan kualitas makharijul huruf dan kelancaran hafalan, serta kedisiplinan ibadah harian. Interaksi langsung dengan lingkungan Arab memberikan pengalaman otentik yang tidak dapat tergantikan oleh pembelajaran di kelas.









