Pekanbaru. Yayasan Kesatuan Pendidikan Islam (YKPI) dan SMAIT Al-Ittihad menyambut kepulangan dua siswa pertukaran pelajar dari United Kingdom, yakni Taqiya Junia Risfa dan Asyifa Nailatul Yusra. Acara penyambutan digelar di Musala Imamul Mutaqin pada Rabu pagi (13/8/2025) dengan dihadiri langsung oleh direktur Pendidikan, Ustz Syahyenni dan didampingi oleh Kabid Kurikulum, Ustzh Zulkarminiyati. Turut hadir seluruh siswa SMAIT Al-Ittihad, jajaran pimpinan sekolah, serta majelis guru.
Dalam sambutannya, Ustz Syahyenni memberikan ucapan selamat datang kepada Taqiya dan Asyifa. Program ini merupakan salah satu program yang dirancang oleh YKPI Al-ttihad dengan tujuan membuka peluang seluas-luasnya bagi siswa yang tertarik melanjutkan kuliah ke luar negri.
“Ustad mengucapkan selamat datang kepada Taqiya dan Syifa. Alhamdulillah dengan semangat pengorbanan yang tinggi mereka telah belajar menuntut ilmu di Inggris selama 6 bulan,” ungkapnya.
Ia juga berharap pada tahun-tahun selanjutnya semakin banyak siswa SMAIT Al-Ittihad yang mengikuti program pertukaran pelajar ini terutama melalui jalur beasiswa.
Taqiya dan Asyifa berkesempatan mengikuti Pendidikan selama enam bulan di sekolah setara SMA di City College Plymouth melalui PDVL The Prince Foundation. Keduanya disambut dengan antusias dan rasa bangga. Dipandu oleh divisi Bahasa OSIS SMAIT Al-ittihad, Taqiya dan Asyifa diberi kesempatan menyampaikan kisah mereka belajar di UK. Bertajuk Premier Student Exchange Program City College Plymouth, United Kingdom, sesi berbagi kisah ini dimoderatori oleh Wan Alesha Haqqani.


Menggunakan Bahasa Inggris yang sesekali diselingi Bahasa Indonesia, Taqiya dan Syifa berbagi pengalaman unik dan mengesankan selama berada di UK.
“Makanan di sana rasanya hambar. Untung kami membawa rendang dari Indonesia,” ungkap Taqiya yang langsung disambut riuh oleh para siswa.
Berbeda dengan Taqiya, Syifa justru membagikan salah satu momen lucu ketika pembelajaran.
“Saat itu kami mengerjakan tugas proyek dan diminta presentasi dengan properti sesuai proyek yang dibuat. Kami pun presentasi dengan menggunakan piyama, sesuai tema proyek kami saat itu,” kenangnya diiringi tawa.
Meski memiliki latar belakang keikutsertaan program student exchange yang berbeda, Taqiya dan Asyifa sepakat dalam proses persiapan keikutsertaan ini.


“Intinya kalau kalian ingin mengikuti program ini, kalian harus mencari info sebanyak-banyaknya tentang negara yang akan kalian tuju. Baik dari segi budaya, geografis, dan lain-lain. Ini akan sangat berguna saat kalian berada di sana karena kita akan berjumpa dengan teman-teman dari berbagai negara, seperti Taiwan, Malaysia, Thailand, dan lain-lain,” papar Asyifa
“Program pertukaran pelajar ini juga dapat mendukung kalian yang nantinya ingin melanjutkan kuliah ke luar negri,” imbuh Taqiya
Taqiya dan Asyifa merupakan utusan ke dua setelah tahun lalu SMAIT Al-Ittihad mengirimkan Dhiya Hanan Imanina sebagai perwakilan. (HD)







