Pekanbaru – YKPI Al Ittihad Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berwawasan global melalui partisipasi aktif para siswanya pada Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Pekanbaru Chapter 2026 yang diselenggarakan pada 25–26 Juli 2026 di Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
Kegiatan berskala internasional ini diikuti oleh lebih dari 200 delegasi dari 35 sekolah di Indonesia, yang berkumpul untuk berlatih diplomasi, berpikir kritis, dan bernegosiasi menggunakan bahasa Inggris melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tahun ini merupakan momen kedua bagi Al Ittihad mengikuti Ayimun ini, karena pada momen sebelumnya, siswa SMAIT Al Ittihad telah lebih dahulu mengirimkan dua delegasi, Alana dan Lubna, untuk mengikuti AYIMUN International Kuala Lumpur 2025. Pada AYIMUN Pekanbaru Chapter ini menjadi langkah lanjutan dalam memperluas pengalaman internasional siswa.
Pada kegiatan tersebut, YKPI Al Ittihad mengirimkan empat belas delegasi dari beberapa jenjang pendidikan, yaitu MTs, SMPIT, dan SMAIT. Empat belas delegasi dari YKPI Al Ittihad tergabung dalam dua council UNEP dan UNESCO. Pada council UNEP (United Nations Environment Programme) Council membahas isu global bertajuk “EV & Lithium Waste: A Double-Edged Sword”, mengenai tantangan dan solusi atas perkembangan kendaraan listrik serta pengelolaan limbah lithium.
Pada council UNESCO (united Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) membahas isu Pendidikan Inklusif dan Kesetaraan Akses bagi Penyandang Disabilitas).
Adapun delegasi YKPI Al Ittihad tersebut adalah:
- Aflah Syazani sebagai Delegation of Iran
- Ariq Dwi Munawar sebagai Delegation of Democratic Republic of the Congo
- Hafiz Annadhif Ferdian sebagai Delegation of Switzerland
- Muhammad Haekal As Salman sebagai Delegation of Liechtenstein
- Muhammad Zaky Zayyan sebagai Delegation of Iceland
- Radithya Arif Sulthani sebagai Delegation of Austria
- Ayrton Braddle Garthusko Armas sebagai Delegation of New Zealand
- Nayra Shakayla Anindya Tambusai sebagai Delegation of Netherlands
- Masyitoh Pratiwi sebagai Delegation of Iran
- Aisyah Namiadzikra Utomo sebagai Delegation of Norway
- Irrina Fatima Rahman sebagai Delegation of France
- Khanza Hazziqah Karuniawan sebagai Delegation of Switzrland
- Fatima Nurul Kamila sebagai Delegation of United Kingdom
- Althaf Kareem Noor Nasution sebagai Delegation of Algeria
Selama dua hari pelaksanaan konferensi, para delegasi dituntut untuk menganalisis kebijakan negara yang mereka wakili, menyampaikan argumentasi, melakukan negosiasi, hingga merumuskan resolusi bersama dalam bahasa Inggris. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai dinamika diplomasi internasional sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi.
Salah satu delegasi, Muhammad Haekal As Salman yang mewakili Liechtenstein, mengungkapkan kesan positifnya mengikuti AYIMUN.
“AYIMUN Chapter menjadi sebuah pengalaman yang sangat berkesan bagi kami berenam. Di sini kami dituntut untuk memanfaatkan regulasi dan posisi negara yang kami wakili untuk mendapatkan solusi dari isu yang dibahas. Tidak hanya itu, kami juga mendapatkan banyak relasi antarsekolah dan pengetahuan baru dari AYIMUN Chapter Pekanbaru ini.”
Pada kesempatan ini YKPI Al Ittihad mengirimkan delegasi siswanya untuk mengikuti sidang UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) Council untuk kategori junior serta UNEP Council untuk kategori senior. Pada chapter ini Althaf Kareem Nasution meraih Best Position Paper. Fun reward diraih Althaf Kareem Nasution (look alike) dan Irrina Fatima Rahman (Note collector).
Observer SMAIT Al Ittihad, Ustadz Asmed Setiadi, S.Pd. dan Ustadzah Melisa Putri, S.Pd., menyampaikan bahwa AYIMUN merupakan wadah yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus membangun karakter kepemimpinan peserta didik.
“Melalui AYIMUN, para siswa mengasah keterampilan negosiasi, public speaking, serta kemampuan berdiskusi dalam bahasa Inggris dengan delegasi dari berbagai sekolah. Mereka belajar menyampaikan gagasan secara ilmiah, mempertahankan argumentasi, dan bekerja sama dalam mencari solusi atas isu-isu global. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.”
Selain memberikan pengalaman internasional, AYIMUN Chapter juga memiliki kurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Bintang 3, sehingga menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat bagi portofolio akademik para peserta, khususnya sebagai bekal dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengikuti berbagai program internasional.
Partisipasi dalam AYIMUN sejalan dengan komitmen YKPI Al Ittihad dalam mewujudkan Road Map 2025–2027, yaitu menjadi Referensi Sekolah Islam Terpadu Berwawasan Internasional Berbasis Tiga Pilar di Provinsi Riau. Melalui berbagai program bertaraf internasional, sekolah terus mendorong peserta didik untuk memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah. YKPI Al Ittihad akan terus mendukung siswa-siswinya untuk mengikuti berbagai kegiatan nasional maupun internasional sebagai sarana mengembangkan potensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang berprestasi, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa di kancah global.







